Rabu, 07 Desember 2011

Renungan Kecil Untukmu

Kemarin, anakku bertanya, Bu, “apakah hutan itu?”
Aku menerawang jauh menjelajah saat saat ku dulu, lalu aku mulai bicara kepada anakku, “Hutan adalah tempat sungai mengalir bening, tempat hewan-hewan berdiri, dan berlari”
“Tempat kumpulan tanaman dan makanan”
“Tempat dimana keteduhan dapat dicari”
“Tempat dimana dunia berkata, tolong… bersihkan aku dari polusi”
“Dimana kamu dapat bersandar dari kebisingan kota”
“Hutan adalah tempat dimana kamu dapat melihat Bapak…”
Bapak… ?” ujar anakku.
“Seperti kita…?” tanyanya lagi.
Aku mengangguk dan berlalu ke sudut rumah baruku yang terbuat dari besi kokoh berwarna hijau…
Bu… Tunggu dulu, aku belum puas dengan jawaban tadi”, anakku melangkah tergopoh mendatangiku.
“Lalu kapan kita bisa ke hutan bu? melihat Bapak… wajah anakku tertatap polos di depanku.
Aku tersenyum kecil, “Anakku…, hutan itu hanya khayalan Ibu saja”, aku mencoba berurai bijak.
“Sungai bening itu kini mengering, pohon-pohon saat ini berteriak minta tolong saat tercabut dari akar dan terpotong rapi, dan sekarang semua tidak ada lagi”, aku menghela napas sesaat, “dan anakku… Hutan adalah khayalan Ibu saja…”, sambungku lagi.
“Oh…, jadi hutan hanya sebuah dongeng negeri antah berantah ya bu?”, ujar anakku polos.
Aku mengangguk, lalu beringsut pindah ke sudut rumah besi hijauku yang kokoh.
Lalu Bapak bukan khayalan kan bu…?”, tanya anakku yang kembali mengejar sambil bergelayut manja dipunggungku.
Aku menggeleng pelan, sambil melihat sesaat pada kulit suamiku yang terjemur rapi di atas kawat sang kolektor yang “baik hati” pada kami dan pada si Pongo kecil, yang kini lelap dipelukku.
Mimpi indah nak… semoga dalam mimpi mu hutan indah itu muncul”, bisikku membelainya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .